Sebetulnya ini materi buat selebaran Xtra mimbar dari XL yang saya buat dah lama banget. Materi dari mas Ruly yang keren banget.
Assalamualaikum Wr. Wb,
Alhamdulillah sekali, di tempat saya bekerja sekarang, saya sering bertemu dengan orang-orang yang biasa disebut public figure. Dari berbagai kalangan pula, ada yang dari kalangan ulama, bintang film, pemusik, penulis, pejabat dan lain-lain.
Dari pengalaman bergaul dengan mereka, saya ingin cerita bahwa memang ada sesuatu yang ’berbeda’ dari kalangan public figure tersebut. Mereka kalau bicara suatu hal, orang tiba-tiba menganggapnya itu sesuatu yang hebat. Bahkan bisa besoknya langsung masuk koran, dan tiba-tiba orang se-Indonesia mengetahui ucapannya tersebut.
Malah saya pernah melihat video konser Michael Jackson. Saat itu, baru saja ia menggerakkan tangannya, ratusan ribu penonton sudah berteriak histeris. Hebat memang!
Saya lalu membayangkan, bagaimana ya rasanya jadi public figure seperti mereka? Bukan, saya tidak bermaksud iri. Saya hanya jadi berpikir, berarti kalau memang ingin menyumbang sesuatu yang ’berharga’ untuk lingkungan, mungkin pertama-tama kita memang harus terkenal dulu! Kenapa? Ya…supaya ucapan kita didengar, supaya nasehat kita bisa masuk ke dalam hati orang lain, supaya ajakan kita bisa diterima dengan hangat oleh orang lain. Dan pada akhirnya, supaya kita bisa menggerakkan jutaan orang!
Lantas, apakah itu sesuatu yang hebat atau justru malah menyeramkan?
Karena dengan terkenal, sebenarnya justru segala tindakan kita akan dicontoh oleh orang. Kebaikan kita akan ada yang mengikuti, dan keburukan kita, bisa jadi juga menginspirasi orang lain untuk berbuat hal yang sama. Dengan ketenaran yang kita miliki, dengan kekuasaan yang ada ditangan, dengan power menggerakkan jutaan orang, berarti amanat yang ada di pundak kita menjadi amat berat!
Kalau kita bisa mengajak orang untuk ke arah yang benar, itu balasannya luar biasa. Tapi kita juga bisa jadi malah mengajak orang ke arah yang tidak benar, dan itu balasannya tidak kalah ”luar biasa…”
Ingat dengan Hitler? Yang dengan kekuasaannya, mampu menggerakkan jutaan prajuritnya merangsek masuk ke negara lain dan akhirnya menjadi awal dari Perang Dunia II?
Atau selebritis yang bahkan sebenarnya tidak dengan sengaja mengajak orang untuk menjadi pengguna obat terlarang, tapi karena penggemarnya menjadikan mereka trend setter maka kemudian para penggemarnya juga meniru-niru kelakuan sang idola tersebut?
Berat bukan?
Jadi, kita harus bersyukur kita bukan seorang yang terkenal, karena berarti amanat yang kita terima tidak terlalu berat.
Tapi kalau ada dari kalangan public figure ikut membaca tulisan ini, tetap bersyukurlah dengan rahmat Allah SWT karena bisa menjadi public figure, karena itu berarti Anda diberi kepercayaan untuk bisa merubah lingkungan ke arah yang lebih baik dengan kepopuleran Anda!
Kembali pada pertanyaan, apakah harus terkenal untuk bisa didengar orang lain?
Jawabannya mungkin iya!
Tapi, kalau pertanyaannya, apakah harus terkenal untuk berbuat baik?
Ya, tidak perlu!
Kapanpun, dimanapun, dengan siapapun, kita tetap harus berbuat baik dengan ikhlas, tetap harus mengajak kepada kebenaran dengan ikhlas, tetap harus bisa menjadi pemberi manfaat bagi lingkungan dengan ikhlas.
Tapi, jangan kaget kalau kita sudah bisa dengan ikhlas mengerjakan itu semua justru tiba-tiba kita pun akan lantas menjadi seorang public figure di dunia ini! Dan saat kita menjadi public figure, bersiap-siaplah mendapat cobaan yang mungkin menjadi cobaan terberat dari seluruh episode kehidupan kita..
Harta yang berlimpah..
Pengaruh yang luas..
Kekuasaan yang tinggi…
Tidak perlu ketiganya, salah satu saja cobaan tersebut menimpa kita, bisa jadi kita jatuh ke jurang yang terdalam. Tetapi jika kita bisa memanfaatkan cobaan tersebut menjadi manfaat bagi sekeliling, maka kita akan terbang tinggi menembus batas, menuju Ridho Allah SWT…..
Semoga Allah SWT melindungi kita semua….
Wassalam,
Sumber :
Ruli Amirullah
Feel the love of Ar Rahmaan
www.esqway165.com
